Posts

Showing posts with the label Grumbling

Anything deh ...

Menulis itu melegakan yah... hemm.... kind of pelarian mungkin, tapi sebodo amat dibilang ngak penting, daripada kalo pas lagi judek pelariannya ke hal-hal nggak bener, hayooo... kan mending nulis, blogging, baca, dll, yang mungkin menurut sebagian orang adalah hal yang cuma buang-buang waktu, but who cares, hehehe. Just like right now, right here, with my hands, eh, fingers, right on my keyboards. Walaupun ntah mau nulis apa, yang penting biarkan jari-jari ini menari di atas tuts tuts berlabel dan let things flow... Well, sebenernya banyak hal yang berkecamuk di kepala, hehehe... masalah pribadi sih, tapi let's try to find another thing to tell... banyak hal yang lebih menyenangkan untuk diceritakan kan ^^. First topik, hmm.... hmm...... hmmm........ hehehehe apa ya, hmmmmmmmmm.... amel aja deh :D (^^V sory mel, kamu jadi bahan gosip kali ini). Well, she's my cute little sister, even she is the most cute sister I ever have (sisternya emang cuma dia). Dia itu sungguh-sun...

AKU DAN AKU

Image
Aku, layaknya khalayak berbalut laku Aku, terdampar sorak cahaya tak berpadu Aku, terperangkap ego mayarakat duniaku Gejolak aku ingin memberontak Namun hati kelu pun lidah kaku Menyayatkan angan Menggoreskan mimpi Menorehkan asa Yang tak seorangpun dan apapun mempu merubahnya nyata, melepaskanku dari belenggu aku Sepi Hampa Hanya aku Secercah aku dan usahaku menunggu waktu

KATA

--> Kata, representasi dari sebuah makna yang kadang tak terkatakan. Terdiri dari empat elemen only, tapi punya berbagai turunan dan arti. Kata, bisa jadi kekuatan yang besar, bahkan menghancurkan sebuah keangkuhan. Tapi kata kadang tak memunculkan kekuatannya. Ketika si empunya kehilangan kekuatan kata dan mencarinya dalam kata untuk mengucapkan beberapa patah kata, kata menjadi sangat lemah. Kata bisa menjadi tabib tanpa jarum, namun kadang menjelma menjadi gula berracun. Satu kata bisa menjadi sangat beresensi, menjelmakan dirinya sebagai diksi yang terpatri dengan percikan agni. Tapi ntah kata yang mana yang sanggup memaknai sesuatu ini. Dingin, jernih, jatuh, menggema tanpa irama pasti, melahirkan keambiguan yang tak terdeteksi. Mana kekuatan kata itu, yang katanya setajam sembilu, selembut salju, semerah senja yang merekah malu... Kataku tak kunjung beradu..